|
AMBEIEN,
Ronny Baladewa, Sembuh setelah
dua bulan
Penyakit
Ambeien (Hemoroid} yang telah menyerang puluhan tahun, ternyata bisa "dilenyap"-kan
hanya dalam waktu dua bulan dan tanpa operasi. Caranya, hanya dengan
mengkonsumsi Tahitian Noni Juice (TNJ) sedikitnya dua kali sehari
sebanyak 30cc. Inilah yang dilakukan Roni Baladewa, 48 tahun. Ia
menderita ambeien sejak usia 17 tahun, saat masih duduk di bangku SMA.
Ceritanya, Roni muda sangat menggemari olahraga angkat besi. Karenanya,
ia bergabung ke sebuah klub angkat besi yang ada di Jakarta. Namun, Roni
kurang memperhatikan saran-saran atau petunjuk dari instrukturnya,
terutama bagaimana mengangkat besi yang aman. Akibatnya, "Awalnya saya
mengonsumsi TNJ hanya untuk menjaga kesehatan. Tapi, setelah dua bulan
penggunaan, ambeien saya kok juga sembuh." ia menderita ambeien.
Ditambah lagi dengan kegemarannya makan-makanan pedas, membuat sakit
ambeiennya menjadi semakin parah. Berbagai pengobatan lantas
dicoba. Puluhan dokter dan ahli alternatif didatanginya. Namun,
tanda-tanda kesembuhan tak kunjung tiba. Malah seorang dokter
menyarankan agar ambeiennya dioperasi. Tentu saia saran tersebut
ditolaknya mentah-mentah. Hingga pada akhir Agustus 2007, ia berkunjung
ke seorang teman yang telah bergabung dengan TNJ. Temannya tersebut
menawarkan Roni mengonsumsi TNJ. Selain untuk penyakitnya, juga untuk
kesehatannya, dan dicobanya. Di bulan kedua, ia merasakan stamina
tubuhnya yang meningkat. "Bahkan, ambeien saya kok juga sembuh,"katanya.
Berkat TNJ yang diminumnya secara rutin dua kali sehari, nyeri yang
diakibatkan oleh ambeien sudah tidak ada lagi. Tubuh sehat, ambeien pun
lenyap.
Autis, Emosi mudah dikontrol
Rizka Chandra Dewi dan Aradea
Konsentrasinya
mulai teratur dan dia mulai fokus dalam menyerap pelajaran di sekolahnya.
Bahkan kini Ara, sapaan untuk Aradea, 12 tahun sudah mulai merasakan
pubertas terhadap lawan jenisnya. Perkembangan itulah yang kini
dirasakan Ara yang menderita Autis sejak usianya 2,2 tahun. "Dia ngfans
dengan kecantikan Laudya Chinta Bella," cerita Rizka Chandra Dewi,
ibunda Ara, 41 tahun.
Putra pertama Rizka itu mengalami kesulitan dalam berkomunikasi secara
verbal. Sudah berbagai macam cara dilakukan untuk membuatnya kembali
normal, namun Allah SWT berkehendak lain. Selama hampir 10 tahun Rizka
berusaha agar Ara berprilaku layaknya anak pada umumnya.
Awalnya Ara adalah bayi yang lucu dan sehat, tidak ada tanda-tanda
negatif. Sampai usianya hampir setahun, Ara tak jua mengeluarkan suara.
Rizka sempat khawatir dengan keadaannya. "Gejala itulah yang akhirnya
membuat Ara diperiksakan secara medis dan dokter mendiagnosa bahwa Ara
mengidap Autis," kata Rizka. Sejak itu Ara menjalani berbagai terapi:
mulai dari terapi bicara, juga prilaku sensorik, karena motorik halus
dan kasarnya terganggu. Sampai akhirnya Rizka mencoba TNJ yang
ditawarkan kakanya. "Tujuan awal saya adalah untuk menjaga stamina dan
imunitas Ara, karena ia banyak aktivitas, terlebih di sekolah," ungkap
Rizka. Tanpa diduga, baru 4 hari mengonsumsi TNJ, emosi Ara tidak
seperti biasanya. Ara semakin mudah dikontrol. "Hal ini membuat saya
bahagia," cerita Rizka dengan senang. Bahkan Ara semakin fokus terhadap
hal-hal yang ia tangkap seperti main piano dan untuk urusan fotografi. "Ara
suka motret, terlebih pemandangan alam, "tambah Rizka." Tak ada syukur
yang lebih tinggi selain Allah SWT yang telah mengubah kehendaknya. "Tujuan
awal saya adalah untuk menjaga stamina dan imunitas Ara, karena ia
banyak aktivitas, terlebih di sekolah,"
Ratnasari Ayudia
COCKSITIS TBC
Akhir dari sebuah penderitaan
Akhir 2007 adalah awal dari penderi-taan hidup saya. ratnasari Ayudia
(52 tahun), karena divonis menderita penyakit infeksi tulang pinggul (cocksitis
TBC). Sejak saat itu saya hanya bisa terbaring lemah. Berdiri harus
dibantu. Padahal, sebelumnya saya adalah orang yang aktif.
Penderitaan itu membuat saya stress. Berat badan menyusut dari 66 kg
jadi 48 kg. Berbagai cara saya tempuh untuk kesembuhan, tapi
keputusasahanlah yang selalu menghampiri pikiran saya, karena hasil
pemeriksaan laboratorium tidak mengalami kemajuan.
Sampai suatu hari, saya dihampiri seorang rekan, yakni Indrayanti, yang
memperkenalkan Tahitian Noni Juice (TNJ) kepada saya. Puji Tuhan, niat
baik ibu Indrayanti yang datang dari Jakarta ke Bandung hanya untuk
memberikan saya TNJ berbuah manis. Sejak saya mengonsumsi TNJ pada awal
Juni lalu, kesehatan saya mulai pulih. Bahkan hasil pemeriksaan
laboratorium saya berubah drastis.
Awalnya Laju Endap Darah (LED) saya mencapai angka 80. Sejak saya
mengonsumsi TNJ 1 sloki pagi dan 1 sloki malam selama 1 bulan, LED saya
perlahan mulai turun. Yang tadinya 26 menjadi 24. Dua bulan kemudian
turun lagi menjadi 23. Yang luar biasa, sete-lah tiga bulan mengonsumsi
TNJ, akhirnya LED mencapai angka normal 8, akhir penan-tian selama dua
setengah tahun yang saya jalani dengan meminum obat TBC dan lain-lain,
yang tak membawa hasil.
Kejadian ini sempat membuat suami saya, yang juga seorang dokter merasa
heran. "Kok bisa ya,"katanya. Sampai-sampai suami saya menganjurkan agar
saya selalu mengkonsumsi TNJ. Saya merasa berterimakasih kepada TBJ yang
telah menyembuhkan saya.
"Kejadian ini sempat membuat suami saya, juga seorang dokter merasa
heran, Kok bisa, ya, katanya."
Pitoyo
TBC
Stop Batuk, tubuh pun berenergi
Nama saya Pitoyo, 81 tahun. Saya pensiunan ABRI, menderita TBC sejak
Januari 2006. Menurut dokter, paru-paru saya penuh bercak. Ini karena
efek kebiasaan merokok. Ketika sakit menyerang, tubuh saya lemas,
berdiri saja sulit apalagi berjalan. Batuk tak bisa berhenti, nafas
tersengal-sengal. Bahkan pernah, selama lima hari saya tak bisa makan
dan buang air besar.
Saya mengonsumsi tujuh macam obat dokter selama enam bulan. Baru dua
kali minum timbul gatal-gatal di tubuh. Saya lalu mencoba TNJ dari ibu
Maria Indrayanti. Dia menyarankan agar mengonsumsi TNJ 3x 50ml dalam
sehari. Alhamdulillah dalam waktu 3 hari, batuk berkurang, begitu juga
dengan sesak nafas yang menyiksa. Dalam waktu seminggu batuk dan sesak
nafas hilang total. Tubuhpun kembali berenergi. Tidur nyenyak dan nafsu
makan jadi normal.
Pada botol TNJ kedua, kondisi tubuh benar-benar prima, bahkan saya
sanggup jalan-jalan ke Bandung bersama keluarga. Saya merasa bersyukur
kepada Allah SWT yang telah menciptakan TNJ, juga para pendiri TNJ yang
selalu berusaha meringankan penderitaan dengan temuan-temuannya.
Pengalaman ini lalu saya ceritakan kepada teman-teman, antara lain Ny.
Mayjen Hardoyo, 76 tahun, yang menderita osteoporosis dan Kolonel Sujak,
83 tahun, yang sulit berjalan dan tak dapat tidur. Kini keduanya sudah
menikmati hidup sehat bersama TNJ.
"Saya merasa bersyukur kepada Allah SWT yang telah menciptakan TNJ, juga
para pendiri TNJ yang selalu berusaha meringankan penderitaan dengan
temuan-temuannya."
Baca Testimony lainnya
TAHITIAN NONI®, Morinda®, Tahiti Dream™,, dan Tahiti Trim™ Plan 40™,
Success Path™, tell The Story™, TePoema™,
Moea™, Equine Essential™ adalah merek dagang Tahitian Noni
International, Inc
Independent Product Consultant of Tahitian Noni International
Muammar, IPC 2608352 http://www.tni.com
TNJ Meminimalisir Hypotyroid.
Cornelia Fatila Minarto
Pertemuannya dengan Tahitian Noni Juice, September 2006 lalu membuat 13
kista yang bersarang pada kelenjar hormon Cornelia Fatila Minarto, 39
tahun, yang tinggal 10% berangsur membaik. Bahkan dalam waktu sebulan, 5
buah kistanya hilang dan mengecil, stamina yang selama ini menurun
lambat laun kembali prima.
Program untuk memiliki keturunan, membuat 90% kelenjar hormon Fatila
harus diangkat oleh tim dokter Singapura pada 1997 silam. Karena
Hypertiroid yang ia derita, membuatnya kesulitan mendapatkan keturunan.
"Benar saja, setelah 2 bulan operasi, saya langsung hamil," ceritanya.
Empat tahun kemudian Fatilia dan suaminya berencana memiliki keturunan
lagi. Sayang rencana itu tidak direstui dokter karena Fatila mengidap
Hypotyroid atau produksi kelenjar hormon di bawah batas normal telah
menyerangnya. Bahkan pada kelenjar hormonnya dipenuhi 13 kista. "Dokter
menyarankan untuk mengangkat kelenjar hormon saya 3 bulan lagi,"katanya.
Sekembalinya dari Singapura sambil menunggu proses operasi, seorang
rekan menawarkan Tahitian Noni Juice kepadanya. "Siapa tahu TNJ bisa
meminimalisir penyakit saya, " Imbuh Fatila.
Ketika pemeriksaan tiba, Fatila dan tim dokter Singapura terperanjat
melihat hasil pemeriksaan. Enam dari 13 kistanya sudah hilang, dan kista
yang masih ada semakin mengecil. Akhirnya, tindakan operasi pengangkatan
kelenjar hormon dibatalkan. Fatila diminta kembali enam bulan berikutnya
untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Mengetahui bahwa TNJ membantu memulihkan kondisinya, Fatila menaikkan
dosisnya dari 30 ml pagi dan 60 ml malam menjadi 100 ml pagi dan 100 ml
malam. Hasilnya, kistanya semakin berkurang makin mengecil. "TNJ telah
membantu meminimalisir penderitaan saya," yakin Farila.
Sembuh dari kanker nasopharing!
RICKY LOMANTO
TAK ADA ORANG yang membayangkan terkena penyakit kanker, dan itulah saya
derita. Hampir setahun badan saya demam dan sakit di gusi bagian
belakang akibat kanker nasopharing, sejenis kanker di belakang hidung.
Saya kemudian berobat ke Cina. Oktober 2005 saya kembali ke Indonesia
dan bisa menjalani hidup normal.
Normal? Hanya berselang sebulan, badan kembali demam. Penyebabnya karena
menghirup udara dingin, seperti AC mobil, setiap melakukan perjalanan
dinas ke luar kota.
Mula-mula coma pilek, lam-lama timbul bengkak antara pipi dan telinga,
bekas tempat penyinaran ketika pengobatan dulu. Dokter gigi saya, yang
menemukan adanya kanker di belang hidung, terkejut melihat kemunduran
kesehatan yang saya alami.
Syukurlah, soya dipertemukan dengan teman istri saya yang membawa
Tahitian Noni Juice. Saya di kasih satu gelas. Saya coba minun satu
sloki. Begitu bangun tidur, badan terasa segar dan enak.
Saya mulai minum secara teratur, pagi dan malam sebanyak satu sloki. Air
muka saya berangsur-angsur cerah. Berat badan mulai membaik. Saya ketemu
dengan dokter gigi saya, selang seminggu kemudian. Ia kembali terkejut.
Kali ini karena tubuh saya yang sudah mulai padat dan berisi. Mulut saya,
yang semula merah, sekarang sudah normal. Saya paparkan rahasia TNJ dan
kini ia membagi juga rahasia itu kepada pasiennya.
Oktober lalu, persis setahun setelah saya pulang berobat dari Cina, saya
periksa CT-Scan ke Singapura. Dokter di sana menyatakan kanker saya
sudah bersih. Tak ada yang bisa membayangkan menemukan kesembuhan dari
penyakit kanker, tapi saya mengalaminya.
Luka Bakar
Sirna dalam 10 hari,
Lili Kartini Chendana
Peristiwa yang menimpa saya 26 April 2007 tidak bisa dilupakan begitu
saja. Saat itu, usai memasak sekitar pukul sebelas, kompor gas yang saya
gunakan tiba-tiba meledak. Karena panik, kompor tersebut saya siram
dengan air. Tapi bukannya padam, api malah membesar dan membakar bagian
wajah saya. Akibatnya, wajah dan leher saya hangus serta meninggalkan
luka bakar yang cukup serius.
Puji Tuhan, Tahitian Noni Juice (TNJ) bisa memulihkan keadaan wajah saya
hanya dalam waktu 10 hari. Untungnya sehari sebelum kejadian saya sudah
menkonsumsi TNJ untuk mengobati benjolan yang terdapat di payudara saya.
Sekalian saja saya meminumnya untuk kesembuhan luka bakar tersebut.
Hasilnya, luka bakar di wajah saya mengering danberangsur-angsur sembuh.
Dokter Spesialis Kulit yang sempat merawat saya heran dengan kesembuhan
wajah saya yang begitu cepat. Menurutnya perlu waktu tiga bulan untuk
kesembuhan luka bakar seperti ini. Bahkan dokter itu pernah
melarang saya mengkonsumsi TNJ dan menganjurkan untuk operasi. Namun
larangan tersebut tidak saya hiraukan dan saya terus meminum TNJ tiga
kali sehari. Sekali lagi saya sangat berterimakasih kepada TNJ karena
melalui perantara-Nya lah wajah saya kembali mulus seperti semula.
Saya mengenal TNJ dari seorang rekan. Awalnya tidak tertarik karena
harganya yang selangit. Suatu hari, ketika beribadah ke Gereja, ada
seorang jemaat yang memberi kesaksian "kemanjuran" TNJ dalam
menyembuhkan kanker rahim yang dideritanya. Sejak itu, saya mengkonsumsi
TNJ dan terus meminumnya hingga sekarang. Puji Tuhan, semua penyakit
yang saya derita, seperti benjolan pada payudara, luka bakar di wajah
dan kejang sendi otot hilang total. Ini sesuatu yang menggembirakan.
Terimakasih TNJ.
Puji Tuhan, semua penyakit yang saya derita, seperti benjolan pada
payudara, luka bakar di wajah dan kejang sendi otot hilang total.
Baca Testimony lainnya
TAHITIAN NONI®, Morinda®, Tahiti Dr
MENDERITA MAAG
JOHANNA SURYANTI
SAYA MENDERITA SAKIT MAAG sejak Agustus 1983. Pernah dirawat di rumah
sakit selama satu bulan. Saya tidak bisa makan pedas. Bila makan sambal,
langsung sakit perut.
Kabar gembira, saya diperkenalkan Tahitian Noni nJuice (TNJ) oleh
seorang rekan. Hanya satu minggu mengkonsumsi TNJ, itu perut terasa
nyaman. Mulai bisa makan cabai. Tidur tambah nyenyak. Saya benar-benar
sembuh setelah minum botol kedua. Saya ceritakan kepada kawan-kawan di
Palembang tentang khasiat noni, eh, enam botol langsung di pesan dalam
dua hari. Terima kasih noni. Sakit perut yang saya derita selama 23
tahun hilang, kondisi keuangan dari berjualan TNJ juga semakin baik.
MENDERITA ASMA AKUT JULIUS WIRIANATA
JULIUS WIRIANATA menempuh beragam cara untuk sembuh dari asma. Ia bahkan
pernah berobat ke Singapura. Hasilnya sama, ia hanya diberi inhaler
untuk mengurangi sesak saat asmanya kambuh. Jadilah Julius tergantung
pada obat hidup itu, hingga akhirnya pada tahun 2000, secara tidak
sengaja Julius bertemu Tahitian Noni Juice di Australia. Ia habiskan
satu botol dalam seminggu. Sepulangnya ke Jakarta, setelah sebulan di
Australia, sesak di dada hilang. Sampai sekarang. Obat hirup itupun
dilupakannya. "Padahal biasanya dalam sehari saya harus menghirup
inhaler paling tidak lima kali," kata Julius
OTAK YANG TIDAK SEMPURNA
Aisyah Al Habsy dan Achmad Syakir
Sepertiga Otak anakku hilang
Kini Acmad Syakir, 19 tahun, sudah bisa membaca dan bercanda dengan
adik-adiknya. Ia juga bisa berkonsentrasi dalam waktu yang lama,
sehingga ia mampu mengolah pikirannya selama berjam-jam. tertawanya juga
semakin lepas dan ia bisa berlari-lari kecil. Aisyah Al Habsyi, ibunda
Syakir merasa bersyukur atas karunia Allah SWT yang dilimpahkan
kepadanya.
Kecelakaan yang menimpa Syakir, menurut Aisyah, tetap disyukurinya. Ini
bentuk perhatian Allah SWT kepada saya dan keluarga,"kata Aisyah,
mengawali ceritanya. Syakir mengalami penderitaan dan perjuangan dahsyat
untuk bertahan hidup. Kecelakaan hebat yang terjadi pada 6 September
2006 hampir saja merenggut pemuda ganteng yang hobi otomotif. Kepala
Syakir harus terbentur batu kali yang besar saat ia mengikuti balapan
motor. Imbasnya, sepertiga otak Syakir harus hilang.
Sebagai ungkapan syukur, Aisyah membagi pengalamannya dengan TNJ kepada
orang-orang yang membutuhkannya.
Penanganan yang tidak memuaskan dari RS umum di Indonesia membuat Aisyah
harus menerbangkan Syakir ke RS di Singapura. "kenapa baru dibawa
sekara-ng, ujar dokter Singapura kepada saya,"cerita Aisyah. "Tubuh
Syakir kaku, jangankan bicara, menggerakkan bola matanya saja sulit,
apalagi menggerakkan anggota tubuhnya. Tim dokter memvonis Syakir akan
sembuh dalam waktu 7 tahun, itupun tidak sempurna. Syakir akan seperti
anak kecil, bicara tidak jelas, berfikirpun akan sangat lambat, ini
semua karena imbas dari hilangnya sebagian otaknya. "Tapi saya yakin
Allah SWT akan menyembuhkan anak saya,"ungkap Aisyah.
Hampir tiga bulan, Aisyah dan Syakir menetap di Singapura tanpa harapan
pasti. Pertengahan Februari Aisyah mulai memberikan TNJ kepada Syakir
hingga 500ml. perubahan pun terjadi di hari ke-5, Syakir bisa
menggerakkan lehernya. "Sekarang? Ia sudah beraktivitas seperti
biasa,"cerita Aisyah. Sebagai ucapan syukur yang dalam, sejak saat
itulah Aisyah membagi pengalamannya ber-TNJ kepada orang-orang yang
membutuhkan kesehatan.
SAKSI PENYEMBUHAN PATAH TULANG
Dr. HM TAUFIK RANAWIRA
DOKTER SPESIALIS REHAB MEDIS ini melihat manfaat Tahitian Noni Juice.
Istrinya mengalami patah tulang dipergelangan tangan kanannya. Mengikuti
literatur yang dibacanya, Dr. Taufik melakukan perbaikan tulang (fiksasi)
dengan spalk dan perban plus kompres, disertai meminum Tahitian Noni
Juice. Dalam empat minggu penyambungan tulang mulai menampakkan
hasilnya. Setelah enam minggu tercapai 90% kesembuhan. Padahal bila
lewat operasi, penyembuhan baru dimulai setelah tiga bulan. Pengalaman
istimewa ini kemudian dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan.
STROKE
Satu sloki penawar stroke,
Yanti Wijaya
BERENANG adalah kegemaran saya. Tapi suatu pagi saya di kejutkan oleh
kesehatan saya. Ketika sedang berendam di air, tiba-tiba saya mendapat
serangan tekanan darah tinggi. Kepala sakitdan muntah-muntah.
Dokter menyatakan stroke. Langit seperti runtuh. Tapi saya tetap
semangat untuk sembuh. Bersama suami yang merawat saya, selama dua bulan
saya berobat ke dokter. Perubahan yang saya rasakan, pusing sudah hilang.
Tapi jalan masih belum bisa. Harus dituntun.
Berpikir juga rasanya masih susah. Penglihatan pun masih bermasalah.
Tapi yang satu ini saya tidak bilang ke suami, khawatir dia semakin
kepikiran. Selepas bulan kedua, seorang teman membawa buku tentang
testimoni TNJ.
Saya baca buku itu di pagi hari, sambil berjemur. Sebab, stroke membuat
jari kaki sampai lutut saya terasa dingin. Menurut buku itu, TNJ bisa
menyemangatkan sel. Saya coba membeli satu liter. Saya minum satu sloki
menjelang tidur. Malam itu saya tidur pulas. Jam 5 pagi bangun sendiri
dan bisa mandi. Yang saya rasakan, TNJ tak saja menyemangatkan sel tubuh,
tapi memberi spirit terhadap keinginan saya untuk sembuh.
Satu bulan setelah minum TNJ, tubuh saya betul-betul sehat. Sejak hari
itu, saya rutin minum satu sloki pagi dan malam, untuk menjaga stamina.
AMRULLAH SASTROASMORO. JAKARTA.
STROKE, Bebas Bergerak Seperti Dulu
SUDAH DUA BULAN INI, Amrullah Sastroasmoro menjalani hidup normal.
Seluruh tubuhnya bisa digerak-gerakan, meski belum sepenuhnya pulih.
Ayah tiga anak ini menderita lumpuh pada tubuh bagian kiri, mulai dari
kepala hingga kaki. Penyebabnya adalah stroke ketiga yang menyebabkan
pembuluh darah di otak sebelah kanan pecah. "Alhamdulillah, sekarang
saya sudah bisa merasakan gatal di tangan kiri saya lagi," katanya.
Kesembuhan ini berkat Tahitian Noni Juice (TNJ) yang diminumnya secara
rutin sejak 5 Maret lalu. Awalnya, pensiunan PNS berusia 65 tahun ini
menolak TNJ yang disodorkan istrinya. Ia pesimis, stroke yang
dideritanya sejak enam tahun lalu itu bisa disembuhkan. Sebab berbagai
obat telah dicoba, termasuk coconut oil dan ramu-ramuan. "Tapi hasilnya
tidak maksimal," cerita Amrullah.
Stroke ketiganya terbilang cukup berat. Pembuluh darah di otak sebelah
kanan pecah sehingga menyebabkan kelumpuhan. Berkat istri yang gigih
menyodorkan TNJ, akhirnya jus noni itu diminumnya secara berkala, 2
sloki setiap hari. Namun 3 hari kemudian, kinerja TNJ tidak terasa
maksimal, sampai suatu ketika Amrullah dan istrinya menemui Dr. Amrullah
di acara Health Talk TNJ dan menanyakan perihal sakitnya. Ternyata
dosisnya yang kurang. Setelah ditambah 4 sloki sehari, dua minggu
berikutnya Amrullah merasakan getaran-getaran pembuluh darah di
tangannya. Rasanya seperti kesemutan. Saya teringat ucapan Dr. Amrullah,
bahwa itu adalah efek penyembuhan,"katanya. Benar saja, keesokan harinya
ia sudah bisa menyendok nasi dari magic jar dan merasakan kepulan
asapnya. Sepontan ia mengucap syukur "Alhamdulillah"
Sempoyongan
langsung hilang
KINI BAPAK SUDAH MAMPU BERJALAN.
Tak lagi merasa gamang atau sempoyongan, "ujar Christina S Enjang, Istri
L.J.Moertiadi. Awal Nopember 2007 lalu menjadi puncak kebahagiaan yang
sempurna bagi Christina dan keluarga, sebab sang suami sembuh dari
stroke yang diderita sejak Juli 2004 silam. TNJ menyempurnakan
kesembuhan Moertadi.
Pendarahan otak yang dialami Moertadi merupakan dampak dari hipertensi
yang ia alami sejak 10 tahun silam. Sampai akhirnya Moertadi menderita
stroke pertamanya pada Agustus 2002. Selain harus dirawat selama satu
minggu di rumah sakit, Moertadi juga tak lagi mampu berbicara normal.
Syaraf lidahnya terasa beku untuk digerakkan. Berbicarapun jadi cadel.
Penderitaan yang dialami Moertadi tak hanya berhenti di situ. Stroke
kedua yang dialami Januari 2004 lalu, mengharuskan Moertadi kembali
dirawat di rumah sakit selama 2 minggu. Kali ini tubuh bagian kanan tak
bisa digerakkan secara berlebihan. "Bapak cepat lelah dan bicaranya
sudah semakin sulit,"cerita Christina.
Agustus 2004, Moertadi kembali terbaring di rumah sakit, kali ini selama
sebulan. Dokter mendiagnosa stroke ketiga ini berdampak buruk akibat
pendarahan hebat di otak. Moertadi tidak bisa bergerak dan berbicara.
Berbagai pengobatan dilakukian, dari medis sampai alternatif seperti
totok chi. Moertadi juga menjalani terapi berjalan dan berbicara.
Fungsi tubuhnya membaik, tapi pendarahan di otak yang tak bisa sembuh.
Dokter mendiagnosa ada penyumbatan pembuluh darah di otak Moertadi.
Sayangnya jika diberi obat, justru pendarahan diotak semakin bertambah.
Pertengahan Oktober lalu, seorang rekan memperkenalkan Moertadi dan
Christina dengan TNJ. Setelah riset di internet mengenai TNJ dan
hasilnya bagus, tanpa pikir panjang Christina membeli TNJ. Benar saja,
sejak Moertadi mengonsumsi TNJ, pendarahan otaknya lambat laun kembali
normal. Bahkan prostat yang juga diidap Moertadi ikut lenyap.
"Tak lagi merasa gamang dan sempoyongan."
|