Sabtu 04 September 2010

users online

 

Menu Utama

Home
Produk Premium Noni
The Amazing Tahitian Noni
Rahasia Noni
Uji Klinis Noni
Rekomendasi Dokter
Dokter dan Ilmuwan Noni
Riset Pendukung Noni
Sertifikasi dan Paten
Saran Penyajian Noni
Testimony
Leukimia
Komplikasi
Pasca Operasi Jantung
Gegar Otak
Tumor Otak
Radang Otak
Lupus
Kanker
Kanker Paru-Paru
Kanker Payudara
Kanker Getah Bening
Kanker Nasopharing
Stroke
Gagal Ginjal Kronis
Kista
Luka Bakar
Autisme
Diabetes Mellitus
Batu Empedu
Prostat
Ambeien
TBC
Syaraf Terjepit
Patah Tulang
Sinusitis
Parkinson
Maag
Vertigo
Kesuburan
Vitalitas
Golden Opportunity
Harga Tahitian Noni
Hubungi Kami

 

Sponsor Anda

 Nama : AM Fairuz  
 Kota : Surabaya  
 Telp : 081 331 21 0602

Kontak Kami

Hubungi Kami
Business Center Tahitian Noni Indonesia
Rizki Budi Mulyawan
Kompleks Ruko Mangga Dua Blok A 07 no. 02,
Jln Jagir Wonokromo 100, Surabaya
Telp / Fax (031) 8482450
031—7781 4424
081 331 21 0602

Representative

Perum Sukolilo Park Regency Blok C-7,
Keputih Tegal Timur
Surabaya 60111
031-70 35 34 04
0888 0301 3200

Leader Online

AM Fairuz

Furqon

 
 

Data Rekening

Data Rekening

BCA

0100306344
FURQON

 

MANDIRI

1410005147418

UMI SA'ADAH

 

Berita Terbaru

Telah Dibuka Pick-up Center Tahitian Noni Di Kota Anda!

8 Maret 2009

Beragam kesaksian dari banyak penyakit setelah mengkonsumsi produk dg riset luar biasa ini hanyalah menegaskan bahwa produk ini punya kelas tersendiri. Kita terkadang tidak percaya--bahkan cenderung negatif dulu--sebelum tahu buktinya. Karena itu sangat bijak apabila Anda mencoba, setidaknya meneruskan informasi alternatif ini untuk orang2 terdekat yang Anda cintai. Siapa tahu Tuhan Maha Pemurah mmempertemukan jodoh obat untuk penyakit orang dekat di hati Anda. Selamat mencoba!


10 MEMBER Terakhir

Home

geoaxtihxr

geoaxtihxr

 

syafrizal

tangerang

 

Tri Harjanti Rahmawati

Gresik

 

SISWANTO, SH

SEMARANG

 

Yulli Soelistyani

Tangerang

 

Rizki

Surabaya

 

tsllnh

fzAmFIcBwOePJHZ

 

Mujiono AMK

Surabaya

 

jeihan bay isbahi

surabaya

 

Soegito

Palangkaraya

 

Raymond

Depok

 

Slamet Saputro

Ende-NTT

 

Rafli Daud

Banda Aceh

 

Badrus Sholeh

Natuna

 

M Fahmi Sabeq

Malang

 

 

STATISTIK WEBSITE

   AKTIF
:
8
    FREE
:
10
TOTAL
:
18
HIT : 23324

 

 

Ingin Punya WEB seperti ini

Hubungi:

Perum Sukolilo Park Regency

Blok C-7,
Keputih Tegal Timur
Surabaya 60111
031-70 35 34 04
0888 0301 3200

Kesaksian

AMBEIEN,

Ronny Baladewa,  Sembuh setelah dua bulan


Penyakit Ambeien (Hemoroid} yang telah menyerang puluhan tahun, ternyata bisa "dilenyap"-kan hanya dalam waktu dua bulan dan tanpa operasi. Caranya, hanya dengan mengkonsumsi Tahitian Noni Juice (TNJ) sedikitnya dua kali sehari sebanyak 30cc. Inilah yang dilakukan Roni Baladewa, 48 tahun. Ia menderita ambeien sejak usia 17 tahun, saat masih duduk di bangku SMA. Ceritanya, Roni muda sangat menggemari olahraga angkat besi. Karenanya, ia bergabung ke sebuah klub angkat besi yang ada di Jakarta. Namun, Roni kurang memperhatikan saran-saran atau petunjuk dari instrukturnya, terutama bagaimana mengangkat besi yang aman. Akibatnya, "Awalnya saya mengonsumsi TNJ hanya untuk menjaga kesehatan. Tapi, setelah dua bulan penggunaan, ambeien saya kok juga sembuh." ia menderita ambeien. Ditambah lagi dengan kegemarannya makan-makanan pedas, membuat sakit ambeiennya menjadi semakin parah.  Berbagai pengobatan lantas dicoba. Puluhan dokter dan ahli alternatif didatanginya. Namun, tanda-tanda kesembuhan tak kunjung tiba. Malah seorang dokter menyarankan agar ambeiennya dioperasi. Tentu saia saran tersebut ditolaknya mentah-mentah. Hingga pada akhir Agustus 2007, ia berkunjung ke seorang teman yang telah bergabung dengan TNJ. Temannya tersebut menawarkan Roni mengonsumsi TNJ. Selain untuk penyakitnya, juga untuk kesehatannya, dan dicobanya. Di bulan kedua, ia merasakan stamina tubuhnya yang meningkat. "Bahkan, ambeien saya kok juga sembuh,"katanya. Berkat TNJ yang diminumnya secara rutin dua kali sehari, nyeri yang diakibatkan oleh ambeien sudah tidak ada lagi. Tubuh sehat, ambeien pun lenyap.
 
 
Autis, Emosi mudah dikontrol

Rizka Chandra Dewi dan Aradea


Konsentrasinya mulai teratur dan dia mulai fokus dalam menyerap pelajaran di sekolahnya. Bahkan kini Ara, sapaan untuk Aradea, 12 tahun sudah mulai merasakan pubertas terhadap lawan jenisnya. Perkembangan itulah yang kini dirasakan Ara yang menderita Autis sejak usianya 2,2 tahun. "Dia ngfans dengan kecantikan Laudya Chinta Bella," cerita Rizka Chandra Dewi, ibunda Ara, 41 tahun.
Putra pertama Rizka itu mengalami kesulitan dalam berkomunikasi secara verbal. Sudah berbagai macam cara dilakukan untuk membuatnya kembali normal, namun Allah SWT berkehendak lain. Selama hampir 10 tahun Rizka berusaha agar Ara berprilaku layaknya anak pada umumnya.
Awalnya Ara adalah bayi yang lucu dan sehat, tidak ada tanda-tanda negatif. Sampai usianya hampir setahun, Ara tak jua mengeluarkan suara. Rizka sempat khawatir dengan keadaannya. "Gejala itulah yang akhirnya membuat Ara diperiksakan secara medis dan dokter mendiagnosa bahwa Ara mengidap Autis," kata Rizka. Sejak itu Ara menjalani berbagai terapi: mulai dari terapi bicara, juga prilaku sensorik, karena motorik halus dan kasarnya terganggu. Sampai akhirnya Rizka mencoba TNJ yang ditawarkan kakanya. "Tujuan awal saya adalah untuk menjaga stamina dan imunitas Ara, karena ia banyak aktivitas, terlebih di sekolah," ungkap Rizka. Tanpa diduga, baru 4 hari mengonsumsi TNJ, emosi Ara tidak seperti biasanya. Ara semakin mudah dikontrol. "Hal ini membuat saya bahagia," cerita Rizka dengan senang. Bahkan Ara semakin fokus terhadap hal-hal yang ia tangkap seperti main piano dan untuk urusan fotografi. "Ara suka motret, terlebih pemandangan alam, "tambah Rizka." Tak ada syukur yang lebih tinggi selain Allah SWT yang telah mengubah kehendaknya. "Tujuan awal saya adalah untuk menjaga stamina dan imunitas Ara, karena ia banyak aktivitas, terlebih di sekolah,"


Ratnasari Ayudia

COCKSITIS TBC
Akhir dari sebuah penderitaan


Akhir 2007 adalah awal dari penderi-taan hidup saya. ratnasari Ayudia (52 tahun), karena divonis menderita penyakit infeksi tulang pinggul (cocksitis TBC). Sejak saat itu saya hanya bisa terbaring lemah. Berdiri harus dibantu. Padahal, sebelumnya saya adalah orang yang aktif.
 
Penderitaan itu membuat saya stress. Berat badan menyusut dari 66 kg jadi 48 kg. Berbagai cara saya tempuh untuk kesembuhan, tapi keputusasahanlah yang selalu menghampiri pikiran saya, karena hasil pemeriksaan laboratorium tidak mengalami kemajuan.
 
Sampai suatu hari, saya dihampiri seorang rekan, yakni Indrayanti, yang memperkenalkan Tahitian Noni Juice (TNJ) kepada saya. Puji Tuhan, niat baik ibu Indrayanti yang datang dari Jakarta ke Bandung hanya untuk memberikan saya TNJ berbuah manis. Sejak saya mengonsumsi TNJ pada awal Juni lalu, kesehatan saya mulai pulih. Bahkan hasil pemeriksaan laboratorium saya berubah drastis.
 
Awalnya Laju Endap Darah (LED) saya mencapai angka 80. Sejak saya mengonsumsi TNJ 1 sloki pagi dan 1 sloki malam selama 1 bulan, LED saya perlahan mulai turun. Yang tadinya 26 menjadi 24. Dua bulan kemudian turun lagi menjadi 23. Yang luar biasa, sete-lah tiga bulan mengonsumsi TNJ, akhirnya LED mencapai angka normal 8, akhir penan-tian selama dua setengah tahun yang saya jalani dengan meminum obat TBC dan lain-lain, yang tak membawa hasil.
 
Kejadian ini sempat membuat suami saya, yang juga seorang dokter merasa heran. "Kok bisa ya,"katanya. Sampai-sampai suami saya menganjurkan agar saya selalu mengkonsumsi TNJ. Saya merasa berterimakasih kepada TBJ yang telah menyembuhkan saya.
 
"Kejadian ini sempat membuat suami saya, juga seorang dokter merasa heran, Kok bisa, ya, katanya."
 
 

Pitoyo
TBC
Stop Batuk, tubuh pun berenergi


Nama saya Pitoyo, 81 tahun. Saya pensiunan ABRI, menderita TBC sejak Januari 2006. Menurut dokter, paru-paru saya penuh bercak. Ini karena efek kebiasaan merokok. Ketika sakit menyerang, tubuh saya lemas, berdiri saja sulit apalagi berjalan. Batuk tak bisa berhenti, nafas tersengal-sengal. Bahkan pernah, selama lima hari saya tak bisa makan dan buang air besar.
 
Saya mengonsumsi tujuh macam obat dokter selama enam bulan. Baru dua kali minum timbul gatal-gatal di tubuh. Saya lalu mencoba TNJ dari ibu Maria Indrayanti. Dia menyarankan agar mengonsumsi TNJ 3x 50ml dalam sehari. Alhamdulillah dalam waktu 3 hari, batuk berkurang, begitu juga dengan sesak nafas yang menyiksa. Dalam waktu seminggu batuk dan sesak nafas hilang total. Tubuhpun kembali berenergi. Tidur nyenyak dan nafsu makan jadi normal.
 
Pada botol TNJ kedua, kondisi tubuh benar-benar prima, bahkan saya sanggup jalan-jalan ke Bandung bersama keluarga. Saya merasa bersyukur kepada Allah SWT yang telah menciptakan TNJ, juga para pendiri TNJ yang selalu berusaha meringankan penderitaan dengan temuan-temuannya.
 
Pengalaman ini lalu saya ceritakan kepada teman-teman, antara lain Ny. Mayjen Hardoyo, 76 tahun, yang menderita osteoporosis dan Kolonel Sujak, 83 tahun, yang sulit berjalan dan tak dapat tidur. Kini keduanya sudah menikmati hidup sehat bersama TNJ.
 
"Saya merasa bersyukur kepada Allah SWT yang telah menciptakan TNJ, juga para pendiri TNJ yang selalu berusaha meringankan penderitaan dengan temuan-temuannya."
Baca Testimony lainnya
 
TAHITIAN NONI®, Morinda®, Tahiti Dream™,, dan Tahiti Trim™ Plan 40™, Success Path™, tell The Story™, TePoema™,
Moea™, Equine Essential™ adalah merek dagang Tahitian Noni International, Inc
Independent Product Consultant of Tahitian Noni International
Muammar, IPC 2608352 http://www.tni.com

TNJ Meminimalisir Hypotyroid.

Cornelia Fatila Minarto
 
Pertemuannya dengan Tahitian Noni Juice, September 2006 lalu membuat 13 kista yang bersarang pada kelenjar hormon Cornelia Fatila Minarto, 39 tahun, yang tinggal 10% berangsur membaik. Bahkan dalam waktu sebulan, 5 buah kistanya hilang dan mengecil, stamina yang selama ini menurun lambat laun kembali prima.
Program untuk memiliki keturunan, membuat 90% kelenjar hormon Fatila harus diangkat oleh tim dokter Singapura pada 1997 silam. Karena Hypertiroid yang ia derita, membuatnya kesulitan mendapatkan keturunan. "Benar saja, setelah 2 bulan operasi, saya langsung hamil," ceritanya.
Empat tahun kemudian Fatilia dan suaminya berencana memiliki keturunan lagi. Sayang rencana itu tidak direstui dokter karena Fatila mengidap Hypotyroid atau produksi kelenjar hormon di bawah batas normal telah menyerangnya. Bahkan pada kelenjar hormonnya dipenuhi 13 kista. "Dokter menyarankan untuk mengangkat kelenjar hormon saya 3 bulan lagi,"katanya.
Sekembalinya dari Singapura sambil menunggu proses operasi, seorang rekan menawarkan Tahitian Noni Juice kepadanya. "Siapa tahu TNJ bisa meminimalisir penyakit saya, " Imbuh Fatila.
Ketika pemeriksaan tiba, Fatila dan tim dokter Singapura terperanjat melihat hasil pemeriksaan. Enam dari 13 kistanya sudah hilang, dan kista yang masih ada semakin mengecil. Akhirnya, tindakan operasi pengangkatan kelenjar hormon dibatalkan. Fatila diminta kembali enam bulan berikutnya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Mengetahui bahwa TNJ membantu memulihkan kondisinya, Fatila menaikkan dosisnya dari 30 ml pagi dan 60 ml malam menjadi 100 ml pagi dan 100 ml malam. Hasilnya, kistanya semakin berkurang makin mengecil. "TNJ telah membantu meminimalisir penderitaan saya," yakin Farila.
 

Sembuh dari kanker nasopharing!  
RICKY LOMANTO

TAK ADA ORANG yang membayangkan terkena penyakit kanker, dan itulah saya derita. Hampir setahun badan saya demam dan sakit di gusi bagian belakang akibat kanker nasopharing, sejenis kanker di belakang hidung. Saya kemudian berobat ke Cina. Oktober 2005 saya kembali ke Indonesia dan bisa menjalani hidup normal.
Normal? Hanya berselang sebulan, badan kembali demam. Penyebabnya karena menghirup udara dingin, seperti AC mobil, setiap melakukan perjalanan dinas ke luar kota.
Mula-mula coma pilek, lam-lama timbul bengkak antara pipi dan telinga, bekas tempat penyinaran ketika pengobatan dulu. Dokter gigi saya, yang menemukan adanya kanker di belang hidung, terkejut melihat kemunduran kesehatan yang saya alami.

Syukurlah, soya dipertemukan dengan teman istri saya yang membawa Tahitian Noni Juice. Saya di kasih satu gelas. Saya coba minun satu sloki. Begitu bangun tidur, badan terasa segar dan enak.

Saya mulai minum secara teratur, pagi dan malam sebanyak satu sloki. Air muka saya berangsur-angsur cerah. Berat badan mulai membaik. Saya ketemu dengan dokter gigi saya, selang seminggu kemudian. Ia kembali terkejut. Kali ini karena tubuh saya yang sudah mulai padat dan berisi. Mulut saya, yang semula merah, sekarang sudah normal. Saya paparkan rahasia TNJ dan kini ia membagi juga rahasia itu kepada pasiennya.

Oktober lalu, persis setahun setelah saya pulang berobat dari Cina, saya periksa CT-Scan ke Singapura. Dokter di sana menyatakan kanker saya sudah bersih. Tak ada yang bisa membayangkan menemukan kesembuhan dari penyakit kanker, tapi saya mengalaminya.
 

Luka Bakar
Sirna dalam 10 hari,
Lili Kartini Chendana


Peristiwa yang menimpa saya 26 April 2007 tidak bisa dilupakan begitu saja. Saat itu, usai memasak sekitar pukul sebelas, kompor gas yang saya gunakan tiba-tiba meledak. Karena panik, kompor tersebut saya siram dengan air. Tapi bukannya padam, api malah membesar dan membakar bagian wajah saya. Akibatnya, wajah dan leher saya hangus serta meninggalkan luka bakar yang cukup serius.


Puji Tuhan, Tahitian Noni Juice (TNJ) bisa memulihkan keadaan wajah saya hanya dalam waktu 10 hari. Untungnya sehari sebelum kejadian saya sudah menkonsumsi TNJ untuk mengobati benjolan yang terdapat di payudara saya. Sekalian saja saya meminumnya untuk kesembuhan luka bakar tersebut. Hasilnya, luka bakar di wajah saya mengering danberangsur-angsur sembuh. Dokter Spesialis Kulit yang sempat merawat saya heran dengan kesembuhan wajah saya yang begitu cepat. Menurutnya perlu waktu tiga bulan untuk kesembuhan luka bakar seperti ini. Bahkan dokter itu pernah

melarang saya mengkonsumsi TNJ dan menganjurkan untuk operasi. Namun larangan tersebut tidak saya hiraukan dan saya terus meminum TNJ tiga kali sehari. Sekali lagi saya sangat berterimakasih kepada TNJ karena melalui perantara-Nya lah wajah saya kembali mulus seperti semula.
 
Saya mengenal TNJ dari seorang rekan. Awalnya tidak tertarik karena harganya yang selangit. Suatu hari, ketika beribadah ke Gereja, ada seorang jemaat yang memberi kesaksian "kemanjuran" TNJ dalam menyembuhkan kanker rahim yang dideritanya. Sejak itu, saya mengkonsumsi TNJ dan terus meminumnya hingga sekarang. Puji Tuhan, semua penyakit yang saya derita, seperti benjolan pada payudara, luka bakar di wajah dan kejang sendi otot hilang total. Ini sesuatu yang menggembirakan. Terimakasih TNJ.
 
Puji Tuhan, semua penyakit yang saya derita, seperti benjolan pada payudara, luka bakar di wajah dan kejang sendi otot hilang total.
Baca Testimony lainnya
 
TAHITIAN NONI®, Morinda®, Tahiti Dr

MENDERITA MAAG

JOHANNA SURYANTI

SAYA MENDERITA SAKIT MAAG sejak Agustus 1983. Pernah dirawat di rumah sakit selama satu bulan. Saya tidak bisa makan pedas. Bila makan sambal, langsung sakit perut.
Kabar gembira, saya diperkenalkan Tahitian Noni nJuice (TNJ) oleh seorang rekan. Hanya satu minggu mengkonsumsi TNJ, itu perut terasa nyaman. Mulai bisa makan cabai. Tidur tambah nyenyak. Saya benar-benar sembuh setelah minum botol kedua. Saya ceritakan kepada kawan-kawan di Palembang tentang khasiat noni, eh, enam botol langsung di pesan dalam dua hari. Terima kasih noni. Sakit perut yang saya derita selama 23 tahun hilang, kondisi keuangan dari berjualan TNJ juga semakin baik.
 
MENDERITA ASMA AKUT JULIUS WIRIANATA

JULIUS WIRIANATA menempuh beragam cara untuk sembuh dari asma. Ia bahkan pernah berobat ke Singapura. Hasilnya sama, ia hanya diberi inhaler untuk mengurangi sesak saat asmanya kambuh. Jadilah Julius tergantung pada obat hidup itu, hingga akhirnya pada tahun 2000, secara tidak sengaja Julius bertemu Tahitian Noni Juice di Australia. Ia habiskan satu botol dalam seminggu. Sepulangnya ke Jakarta, setelah sebulan di Australia, sesak di dada hilang. Sampai sekarang. Obat hirup itupun dilupakannya. "Padahal biasanya dalam sehari saya harus menghirup inhaler paling tidak lima kali," kata Julius
 

OTAK YANG TIDAK SEMPURNA
Aisyah Al Habsy dan Achmad Syakir
 

Sepertiga Otak    anakku hilang
Kini Acmad Syakir, 19 tahun, sudah bisa membaca dan bercanda dengan adik-adiknya. Ia juga bisa berkonsentrasi dalam waktu yang lama, sehingga ia mampu mengolah pikirannya selama berjam-jam. tertawanya juga semakin lepas dan ia bisa berlari-lari kecil. Aisyah Al Habsyi, ibunda Syakir merasa bersyukur atas karunia Allah SWT yang dilimpahkan kepadanya.
 
Kecelakaan yang menimpa Syakir, menurut Aisyah, tetap disyukurinya. Ini bentuk perhatian Allah SWT kepada saya dan keluarga,"kata Aisyah, mengawali ceritanya. Syakir mengalami penderitaan dan perjuangan dahsyat untuk bertahan hidup. Kecelakaan hebat yang terjadi pada 6  September 2006 hampir saja merenggut pemuda ganteng yang hobi otomotif. Kepala Syakir harus terbentur batu kali yang besar saat ia mengikuti balapan motor. Imbasnya, sepertiga otak Syakir harus hilang.
 
Sebagai ungkapan syukur, Aisyah membagi pengalamannya dengan TNJ kepada orang-orang yang membutuhkannya.
 
Penanganan yang tidak memuaskan dari RS umum di Indonesia membuat Aisyah harus menerbangkan Syakir ke RS di Singapura. "kenapa baru dibawa sekara-ng, ujar dokter Singapura kepada saya,"cerita Aisyah. "Tubuh Syakir kaku, jangankan bicara, menggerakkan bola matanya saja sulit, apalagi menggerakkan anggota tubuhnya. Tim dokter memvonis Syakir akan sembuh dalam waktu 7 tahun, itupun tidak sempurna. Syakir akan seperti anak kecil, bicara tidak jelas, berfikirpun akan sangat lambat, ini semua karena imbas dari hilangnya sebagian otaknya. "Tapi saya yakin Allah SWT akan menyembuhkan anak saya,"ungkap Aisyah.
 
Hampir tiga bulan, Aisyah dan Syakir menetap di Singapura tanpa harapan pasti. Pertengahan Februari Aisyah mulai memberikan TNJ kepada Syakir hingga 500ml. perubahan pun terjadi di hari ke-5, Syakir bisa menggerakkan lehernya. "Sekarang? Ia sudah beraktivitas seperti biasa,"cerita Aisyah. Sebagai ucapan syukur yang dalam, sejak saat itulah Aisyah membagi pengalamannya ber-TNJ kepada orang-orang yang membutuhkan kesehatan.

SAKSI PENYEMBUHAN PATAH TULANG
Dr. HM TAUFIK RANAWIRA

 
DOKTER SPESIALIS REHAB MEDIS ini melihat manfaat Tahitian Noni Juice. Istrinya mengalami patah tulang dipergelangan tangan kanannya. Mengikuti literatur yang dibacanya, Dr. Taufik melakukan perbaikan tulang (fiksasi) dengan spalk dan perban plus kompres, disertai meminum Tahitian Noni  Juice. Dalam empat minggu penyambungan tulang mulai menampakkan hasilnya. Setelah enam minggu tercapai 90% kesembuhan. Padahal bila lewat operasi, penyembuhan baru dimulai setelah tiga bulan. Pengalaman istimewa ini kemudian dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan.
 

STROKE
Satu sloki penawar stroke,
Yanti Wijaya

 
BERENANG adalah kegemaran saya. Tapi suatu pagi saya di kejutkan oleh kesehatan saya. Ketika sedang berendam di air, tiba-tiba saya mendapat serangan tekanan darah tinggi. Kepala sakitdan muntah-muntah.
 
Dokter menyatakan stroke. Langit seperti runtuh. Tapi saya tetap semangat untuk sembuh. Bersama suami yang merawat saya, selama dua bulan saya berobat ke dokter. Perubahan yang saya rasakan, pusing sudah hilang. Tapi jalan masih belum bisa. Harus dituntun.
 
Berpikir juga rasanya masih susah. Penglihatan pun masih bermasalah. Tapi yang satu ini saya tidak bilang ke suami, khawatir dia semakin kepikiran. Selepas bulan kedua, seorang teman membawa buku tentang testimoni TNJ.
 
Saya baca buku itu di pagi hari, sambil berjemur. Sebab, stroke membuat jari kaki sampai lutut saya terasa dingin. Menurut buku itu, TNJ bisa menyemangatkan sel. Saya coba membeli satu liter. Saya minum satu sloki menjelang tidur. Malam itu saya tidur pulas. Jam 5 pagi bangun sendiri dan bisa mandi. Yang saya rasakan, TNJ tak saja menyemangatkan sel tubuh, tapi memberi spirit terhadap keinginan saya untuk sembuh.
 
Satu bulan setelah minum TNJ, tubuh saya betul-betul sehat. Sejak hari itu, saya rutin minum satu sloki pagi dan malam, untuk menjaga stamina.
 
AMRULLAH SASTROASMORO. JAKARTA.
STROKE, Bebas Bergerak Seperti Dulu

SUDAH DUA BULAN INI, Amrullah Sastroasmoro menjalani hidup normal. Seluruh tubuhnya bisa digerak-gerakan, meski belum sepenuhnya pulih. Ayah tiga anak ini menderita lumpuh pada tubuh bagian kiri, mulai dari kepala hingga kaki. Penyebabnya adalah stroke ketiga yang menyebabkan pembuluh darah di otak sebelah kanan pecah. "Alhamdulillah, sekarang saya sudah bisa merasakan gatal di tangan kiri saya lagi," katanya.


Kesembuhan ini berkat Tahitian Noni Juice (TNJ) yang diminumnya secara rutin sejak 5 Maret lalu. Awalnya, pensiunan PNS berusia 65 tahun ini menolak TNJ yang disodorkan istrinya. Ia pesimis, stroke yang dideritanya sejak enam tahun lalu itu bisa disembuhkan. Sebab berbagai obat telah dicoba, termasuk coconut oil dan ramu-ramuan. "Tapi hasilnya tidak maksimal," cerita Amrullah.
 
Stroke ketiganya terbilang cukup berat. Pembuluh darah di otak sebelah kanan pecah sehingga menyebabkan kelumpuhan. Berkat istri yang gigih menyodorkan TNJ, akhirnya jus noni itu diminumnya secara berkala, 2 sloki setiap hari. Namun 3 hari kemudian, kinerja TNJ tidak terasa maksimal, sampai suatu ketika Amrullah dan istrinya menemui Dr. Amrullah di acara Health Talk TNJ dan menanyakan perihal sakitnya. Ternyata dosisnya yang kurang. Setelah ditambah 4 sloki sehari, dua minggu berikutnya Amrullah merasakan getaran-getaran pembuluh darah di tangannya. Rasanya seperti kesemutan. Saya teringat ucapan Dr. Amrullah, bahwa itu adalah efek penyembuhan,"katanya. Benar saja, keesokan harinya ia sudah bisa menyendok nasi dari magic jar dan merasakan kepulan asapnya. Sepontan ia mengucap syukur "Alhamdulillah"
 
Sempoyongan
langsung hilang
KINI BAPAK SUDAH MAMPU BERJALAN.


Tak lagi merasa gamang atau sempoyongan, "ujar Christina S Enjang, Istri L.J.Moertiadi. Awal Nopember 2007 lalu menjadi puncak kebahagiaan yang sempurna bagi Christina dan keluarga, sebab sang suami sembuh dari stroke yang diderita sejak Juli 2004 silam. TNJ menyempurnakan kesembuhan Moertadi.
 
Pendarahan otak yang dialami Moertadi merupakan dampak dari hipertensi yang ia alami sejak 10 tahun silam. Sampai akhirnya Moertadi menderita stroke pertamanya pada Agustus 2002. Selain harus dirawat selama satu minggu di rumah sakit, Moertadi juga tak lagi mampu berbicara normal. Syaraf lidahnya terasa beku untuk digerakkan. Berbicarapun jadi cadel.
 
Penderitaan yang dialami Moertadi tak hanya berhenti di situ. Stroke kedua yang dialami Januari 2004 lalu, mengharuskan Moertadi kembali dirawat di rumah sakit selama 2 minggu. Kali ini tubuh bagian kanan tak bisa digerakkan secara berlebihan. "Bapak cepat lelah dan bicaranya sudah semakin sulit,"cerita Christina. 
 
Agustus 2004, Moertadi kembali terbaring di rumah sakit, kali ini selama sebulan. Dokter mendiagnosa stroke ketiga ini berdampak buruk akibat pendarahan hebat di otak. Moertadi tidak bisa bergerak dan berbicara. Berbagai pengobatan dilakukian, dari medis sampai alternatif seperti totok chi. Moertadi juga menjalani terapi berjalan dan berbicara.
 
Fungsi tubuhnya membaik, tapi pendarahan di otak yang tak bisa sembuh. Dokter mendiagnosa ada penyumbatan pembuluh darah di otak Moertadi. Sayangnya jika diberi obat, justru pendarahan diotak semakin bertambah. Pertengahan Oktober lalu, seorang rekan memperkenalkan Moertadi dan Christina dengan TNJ. Setelah riset di internet mengenai TNJ dan hasilnya bagus, tanpa pikir panjang Christina membeli TNJ. Benar saja, sejak Moertadi mengonsumsi TNJ, pendarahan otaknya lambat laun kembali normal. Bahkan prostat yang juga diidap Moertadi ikut lenyap.
 
"Tak lagi merasa gamang dan sempoyongan."

 

Copyright © 2009 WWW.NONIINDO.COM  ALL RIGHTS RESERVED.

Best view with IE 6 and above with resolution 1024x768